7 Penyebab & Solusi,, Setir Mobil Berat Dan Bunyi

Posted on

7 Penyebab & Solusi,, Setir Mobil Berat Dan Bunyi “Wajib Baca”

Setir Mobil Berat Dan Bunyi – Dalam hal ini terkadang kita sangat merasa kelelahan saat membawa mobil pelan namun setir berat. Apalagi kondisi jalan yang berkelok, yang dimana memaksa kita untuk terus memutar roda kemudi. Lantas apa penyebab setir mobil menjadi berat..?? simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Sistem setir mobil saat ini kebanyakan sudah mengusung electrik power steering yakni sistem stir dengan bantuan motor listrik untuk dapat meringkan beban kemudi. Sebelum pengaplikasian elektrik power steer ini, sistem hidrolik power steering menjadi sebuah pilihan utama.

Hidrolik power steering ialah sistem yang digunakan untuk dapat meringkan beban kemudi dengan bantuan tenaga mesin melalui cairan hidrolik dalam hal ini minyak power steering. Namun masalah yang kerap melanda sistem hidrolik power steering ialah masalah stir berat. Terkadang malah masalah stir berat ini hanya dirasakan di satu sisi kemudi atau stir berat sebelah. Dan ternyata penyebab masalah ini tidak jauh-jauh dari sistem hidrolik power steering yang bermasalah.

Penyebab & Solusi Setir Mobil Berat

Adapun untuk penyebab & solusi kenapa setir mobil berat sebagai berikut:

Oli Power Steering Kurang Atau Lewat Masa Penggantian

Karena menggunakan prinsip hidrolik sebagai pemindahan tenaga, maka sistem power steering ini memerlukan fluida khusus yang mampu bertahan pada suhu tinggi dan tekanan tinggi. Dan biasanya oli power steering, menggunakan jenis ATF atau automatic transmission fluid yang biasanya diisi untuk transmisi otomatis mobil.

Hal ini karena secara prinsip, baik transmisi otomatis atau sistem power steering sama-sama bekerja dengan prinsip hidrolik. Sehingga oli transmisi matic digunakan untuk mengisi power steering mobil. Namun oli akan mengalami degradasi tiap kali digunakan.

Proses degradasi memang hal yang wajar terjadi bukan hanya pada oli ATF tapi oli mesin juga bisa mengalami degradasi. Kalau sebuah oli sudah mengalami degradasi maka kemampuannya dalam melumasi dan menghantarkan tenaga akan menjadi berkurang. Dan sehingga daya yang dihasilkan oleh power steering tidak dapat disalurkan sepenuhnya ke steering rack. Hal ini yang membuat steer terasa berat.

Selain karena faktor degradasi minyak power steering, kekurangan minyak power steering juga berpengaruh terhadap penyaluran tenaga dari pompa ke steering rack. Kalau olinya kurang otomatis tenaga yang disalurkan pun tidak bisa full.

Untuk solusinya cek dulu bagaimana kualitas oli power steering pada mobil kalian. Kalau kondisinya hitam maka segera ganti. Namun kalau masih merah kalian cukup cek volumenya. Isi kalau kurang, penggantian oli power steering umumnya dilakukan antara 25.000 km hingga 30.000 km.

Ban Mobil Kempes Atau Gundul

Kalau bobot mobil lebih berat, maka otomatis stir mobil pun jadi lebih berat karena gaya tekan mobil menjadi lebih berat. Namun gaya tekan mobil ini tidak hanya dipengaruhi oleh beban penumpang atau barang didalam mobil.

Lebar ban ternyata mempengaruhi beban kendaraan, hal itu karena tapak ban yang lebih luas membuat luas penampang ban yang menyentuh permukaan jalan juga jadi lebih luas. Sehingga gaya tekan yang akan dihasilkan pun lebih besar.

Pada umumnya tapak ban bisa lebih lebar apabila kondisi ban kempes atau karena ban gundul. Khusus untuk ban gundul kalian bisa melakukan rotasi ban dari depan ke belakang “dengan catatan ban belakang belum gundul”. Tapi kalau masalahnya hanya kempes pompa saja ban mobil kalian, maka nanti stir pun akan kembali normal.

Akibat FWA Yang Kurang Tepat

Mungkin kalian pernah memperhantikan ternyata roda mobil itu posisinya tidak vertikan 0 derajat. Ada sedikit kemiringan, biasanya bagian bawah roda lebih keluar dari pada bagian atas. Itu namanya sudut chamber, salah satu dari FWA “front wheel alignment”. FWA sendiri ialah setting yang dilakukan untuk mengatur posisi roda depan, agar salah satunya bisa meringkan stir.

Seiring penggunaan mobil, FWA akan berubah. Karena ban semakin terkikis dan faktor pemakaian, sehingga FWA tidak bisa hanya dilakukan sekali, tapi apabila ada gejala seperti stir berat atau stir yang tidak bisa kembali ke tengah secara otomatis itu tandanya FWA mobil kalian mulai kacau.

Solusinya kalian hanya perlu pergi ke tempat balancing roda. Disini kalian akan menemukan beberapa proses service terkait sudut roda depan dan penyeimbangan roda mobil yang dikenal dengan sebutan spooring balancing.

Long Tie Rod Mengalami Kerusakan

Long tie rod atau beberapa orang menyebutnya inner tie rod merupakan sebuah batang besi yang menghubungkan output dari rack steer ke steering knucle. Pada ujung inner tie rod terdapat sebuah ball joint yang digunakan sebagai engsel. Sehingga mampu menggerakan sttering knucle meski suspensi mobil tengah bergejolak.

7 Penyebab & Solusi,, Setir Mobil Berat Dan Bunyi

Masalah pada inner tierod ini biasanya menyerang pada bagian ball joint yang dimaksud. Apabila ball joint mulai oblak, maka stir akan timbul gejala seperti getar, bunyi ketika dibelokan bahkan berat pada sebelah. Untuk masalah ini, solusinya kalin tidak perlu mengganti satu set rack steer. Kalian hanya cukup mengganti satu unit inner tie rod “ada dua inner tie rod, kanan dan kiri”.

Steering Rack Mengalami Kerusakan

Steering rack dalam sistem power steering hidrolik memiliki peran yang cukup penting, karena disinilah proses powering dilakukan. Didalam steering rack, itu terdapat beberapa komponen seperti rack gear, rack seal dan pinion gear.

Setidaknya ada tiga buah seal dalam rack gear, yakni left seal, right seal dan center seal. Left seal dan right seal akan bergerak mengikuti pergerakan rack gear. Dan sementara center seal posisinya diam.

Diantara seal-seal inilah oli power steering dihubungkan. Sehingga ketika salah satu seal mengalami kebocoran, otomatis tekanan hidrolik dari pompa power steering akan drop. Hasilnya setir bisa berat sebelah bahkan berat kedua arah.

Untuk masalah ini tergolong masalah berat. Meski hanya masalah seal, namun tidak ada bengkel yang mau hanya mengganti seal didalam steering rack. Karena selain prosesnya lebih rumit seal pengganti ini juga umumnya tidak dijual. Jadi satu-satunya jalan kalian harus mengganti satu set steering rack.

Tekanan Pompa Power Steering Lemah

Berat ringannya putaran kemudi sangat dipengaruhi oleh tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa power steering. Dan sementara penghasil tekanan power steering itu diperoleh dari pompa power steering.

Pompa ini terletak pada mesin bagian depan karena pulley pompa digerakan oleh pulley mesin melalui sebuah v-bel. Pompa ini juga bisa mengalami kerusakan yang menyebabkan tekanan output dari pompa turun. Sehingga setir akan lebih berat. Cara mengatasinya kalian cukup mengganti pompa tersebut dengan yang baru.

V-Belt Putus

Seperti yang kita singgung diatas pompa power steering digerakan oleh pulley mesin melalui sebuah v-belt. Dan umumnya v-belt ini terbuat dari bahan karet sehingga saat diletakan pada pulley berbahan logam tidak akan selip.

7 Penyebab & Solusi,, Setir Mobil Berat Dan Bunyi

Namun terkadang ada material lain yang mengganggu, seperti ceceran oli. Ceceran oli ini sering ditemukan seusai melakukan penggantian oli mesin, kalau oli ini membasahi permukasaan pulley atau V-belt maka koneksi V-belt dengan pulley akan lebih licin.

Hal tersebut memicu V-belt untuk putus, kalau V-belt putus semua komponen pendukung mesin seperti altenator, kompresor Ac dan pompa power steering tidak akan berfungsi. Sehingga stir terasa berat, aki drop dan suhu kabin akan terasa panas.

Solusinya cukup mudah, kalian hanya tinggal mengganti V-belt yang putus. Namun sebelum memasang V-belt baru, ada baiknya kalian membersihkan pulley dari ceceran oli agar kejadian serupa tidak langsung terulang.

Demikianlah pembahasan mengenai 7 Penyebab & Solusi,, Setir Mobil Berat Dan Bunyi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: